• header
  • gmbAtas5
  • GambarAtas2
  • gmbAtas4
  • GambarAtas3

Selamat datang di SMA NEGERI 56 JAKARTA

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMA NEGERI 56 JAKARTA

NPSN : 11111111

Jl. Kamal Raya Tegal Alur Kali Deres Jakarta Barat


info@sman56.sch.id

TLP :


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 486519
Pengunjung : 139078
Hari ini : 16
Hits hari ini : 50
Member Online : 1
IP : 54.166.233.99
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

SOSIOLOGI KLS 10 SKL 1 KD 1




Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni antara hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok.

Aguste Comte (1798-1857) seorang bapak sosiologi dunia dari Perancis mula-mula memberikan nama sosiologi untuk menyebut berbagai ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang masyarakat. Sosiologi berasal dari SOCIUS dan LOGOS yang berarti SOCIUS yg berarti kawan dan LOGOS yang berarti ilmu. Jadi sosiologi berarti ilmu yang mempelajari tentang masyarakat.

 

Sifat-sifat/ciri-ciri ilmu sosiologi yaitu:

1. Sosiologi bersifat empiris, berarti sosiologi didasarkan pada pengalaman-pengalaman dari hasil observasi (pengamatan) terhadap kenyataan dan akal sehat sehingga hasilnya tidak spekulatif.

2. Sosiologi bersifat teoritis, berarti sosiologi selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi yang merupakan kerangka dari unsur-unsur yang bertujuan menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi sebuah teori.

3. Sosiologi bersifat kumulatif, berarti teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas, memperhalus teori-teori lama.

4. Sosiologi bersifat non-etis, berarti sosiologi tidak menilai sesuatu dari keburukan atau kebaikannya. Namun secara objektif, sosiologi melihat suatu fakta melalui analisis tentang sebab yang mendasari fakta tersebut maupun tujuan dilakukannya analisis.

Sosiologi sebagai metode.

Sosiologi sebagai metode berarti cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial dan budaya yang ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Sosiologi suatu ilmu pengetahuan di antara ilmu-ilmu lainnya, sosiologi juga harus memenuhi syarat-syarat ilmiah. Sosiologi meneliti kehidupan manusia sebagai suatu (das sein), bukan meneliti suatu kebenaran atau keharusan (das soleh). Untuk itu, metode penelitiannya pun haruslah bersifat empiris. Artinya, dari beberapa kejadian nyata, sosiologi mengambil kesimpulan dan menyusun secara logis dan sistematis, dalam mengkaji objeknya sosiologi juga seringkali mengadaptasi metode-metode dari ilmu sosial lain, seperti psikologi, Antropologinguistik dan ekonomi.

 

Terdapat beberapa hal yang membedakan sosiologi dengan ilmu sosial lainnya. Pertama, sosiologi memandang interaksi-interaksi dalam kelompok sebagai \"benda\" yang mempunyai ciri-ciri tertentu sebagai sebuah kekhasan dalam studinya. Meskipun sebenarnya objek yang diteliti tidaklah bersifat diam dan dapat dibatasi seperti keberadaan benda.Kedua, sosiologi meminta kemampuan para ahlinya untuk dapat mengabstraksi kan gejala-gejala sosial yang terjadi. Ketiga, berbeda dengan ilmu-ilmu sosial lainnya yang kebanyakan bersifat normatif, sosiologi sebaliknya menuntut sikap objektif dari penelitinya dengan membuang dan menjauhkan sebanyak mungkin nilai-nilai pribadi ya saat mengadakan penelitian (grounded theory).

Dari penjelasan tersebut, berikut hal-hal yang dianggap sebagai gejala keteraturan dan menjadi objek studi bagi sosiologi yaitu:

1. Masyarakat (society)

2. Kebudayaan

3. Lembaga-lembaga dan kelengkapannya

4. Diferensiasi sosial

5. Kehidupan kelompok

6. Pengawasan dan pengendalian sosial (social control)

7. Perubahan sosial (social change)

 

Pada dasarnya, terdapat dua metode yang digunakan dalam sosiologi, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.

~ Metode kualitatif

    Metode kualitatif merupakan metode yang       menggunakan unsur-unsur studi di luar hitungan satuan ukuran angka-angka sehingga hanya dapat dikaji melalui proses abstraksi, studi literatur ataupun melalui studi yang bersifat partisipatif untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman tentang hal yang diteliti.

Yang termasuk kedalaman metode kualitatif, yaitu:

a. Metode historis, merupakan metode yang mempergunakan hasil analisis atas peristiwa masa lalu/lampau yang kemudian dirumuskan menjadi prinsip-prinsip umum.

b. Metode komparatif, merupakan metode perbandingan antara berbagai macam masyarakat serta segala bidangnya untuk memperoleh persamaan-persamaan, perbedaan-perbedaan dan sebab-sebabnya.

c. Metode studi kasus (case study) bertujuan mempelajari sedalam-dalamnya salah satu gejala nyata dalam kehidupan masyarakat. Metode ini dapat digunakan untuk menelaah suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat (COMMUNITY), lembaga-lembaga atau individu.

 

~ Metode kuantitatif

    Metode kuantitatif merupakan metode yang mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka sehingga fakta-fakta sosial yang diteliti diukur dengan skala, indeks, tabel dan formula statistik yang sedikit banyaknya menggunakan matematika.

 

Metode sosiologi lainnya yaitu :

~ Metode Deduktif, adalah suatu proses berpikir yang bermula dari pernyataan umum (premis mayor) ke pernyataan yang bersifat khusus (premis minor).

~ Metode induktif, adalah suatu proses berpikir yang bermula dari pengamatan terhadap kejadian khusus yang kemudian ditarik kesimpulan secara umum.

 

Referensi:

Murdiyatmoko, Janu.2013.sociology 1. Jakarta:Facil.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas